Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

5 Langkah Simple Menghitung Keuntungan Usaha

5 Langkah Simple Menghitung Keuntungan Usaha – Dalam berkecimpung di dunia bisnis, segala sesuatu termasuk managemen keuangan harus menjadi hal yang tak boleh anda lewatkan.

Seperti menuangkan air dalam sebuah wadah atau sebuah botol. Agar botol itu terisi penuh sesuai dengan takaran yang anda inginkan, anda harus mau mengatur dan mengawasi proses aliran air ke wadah itu. Untuk memastikan wadah dapat terisi penuh dengan waktu yang telah ditentukan anda harus mengawasi dan mengecek. Mungkin terjadi kerusakan atau kebocoran botol sehingga menyebabkan air yang seharusnya mengisi botol penuh tadi malah memancar keluar lewat lubang-lubang kecil yang tidak anda inginkan. Nah agar air mampu mengisi botol dengan penuh bahkan berlebih maka anda harus memastikan apakah botol itu memiliki kualitas yang bagus sehingga tidak terjadi kebocoran.

Seperti halnya dalam melakukan sebuah usaha untuk dapat mencapai ekspektasi hasil usaha yang anda inginkan dan jauh-jauh hari anda rancang, anda harus mampu mengatur dan menganalisa keuangan perusahaan atau bisnis yang anda kelola. Sehingga dalam pelaksanaannya, bisnis yang anda jajaki tidak menimbulkan kebocoran financial sehingga profit yang anda bidik tepat sasaran. Dan gerbang kesuksesan yang anda impikanpun akan berada dalam genggaman tangan anda.

Sebelum melakukan managemen keuangan yang lebih rumit lagi, terutama untuk anda yang memiliki usaha mikro, tips 5 Langkah Simple Menghitung Keuntungan Usaha ini mungkin bisa menjadi panduan singkat anda untuk mulai menganalisis keuntungan bisnis dengan mudah dan simple.

Menghitung keuntungan dalam hal berbisnis merupakan hal yang begitu penting dan sangat bahaya jika anda tinggalkan. Mengapa? Karena dengan melakukan managemen keuangan, perjalanan uang dalam bisnis anda menjadi kelihatan dan jelas. Dimana dan untuk apa uang itu digunakan, seluruh keuangan dalam bisnis anda akan terkontrol dan bahkan andapun semakin lihai meilihat perkembangan laju bisnis anda.

Baca Juga:  Cara Menjual Rumah Agar Cepat Laku Harga Tinggi Tanpa Makelar

Ah terlalu ribet, lalu bagaimana jika tidak perlu menggunakan penghitungan keuntungan bisnis? Sebenarnya memang sah-sah saja, semua tergantung dengan kemauan anda pribadi namun keberadaan managemen keuangan itu sejatinya malah akan lebih memudahkan anda.

Kok bisa? Dengan menghitung keuntungan usaha inilah nantinya akan bisa membuat anda mampu menilai dan melihat apakah usaha yang anda jalankan itu sudah menguntungkan bagi anda ataukah malah sebaliknya. Jadi hal ini sangat penting dan krusial untuk mengambil keputusan dan langkah selanjutnya bagi masa depan bisnis anda.

Langkah Simple Menghitung Keuntungan Usaha

Silahkan cek dengan 5 Langkah Simple Menghitung Keuntungan Usaha ini, jika anda belum menemukan keuntungan pada bisnis anda sekarang atau bahkan anda malah mengalami kerugian maka akan lebih baik jika anda memutuskan untuk mengevaluasi lebih dan menginovasi lebih lanjut bisnis yang sedang anda garap itu. Karena jika anda masih saja berhenti dan stagnant disini tanpa melakukan perubahan maka jangan sampai anda semakin jauh dengan impian dan kesuksesan yang anda nanti-nantikan selama ini. Dan berikut 5 Langkah Simple Menghitung Keuntungan Usaha

Langkah pertama adalah Identifikasi biaya produksi per item

Untuk dapat mengetahui jenis biaya produksi anda harus dapat mengetahui dua jenis biaya produksi yaitu:

  1. Fixed Cost (biaya produksi tetap). Biaya ini merupakan biaya yang jumlahnya tetap, tidak tergantung pada besar kecilnya kapasitas produksi. Contohnya, biaya sewa gedung, biaya membeli alat produksi, biaya gaji karyawan, dll.
  2. Variable Cost (biaya yang bersifat variable/tidak tetap). Biaya ini merupakan biaya yang memiliki jumlah tidak tetap tergantung besar kecilnya kapasitas produksi.

Dengan mengetahui kedua jenis biaya produksi diatas, disini anda harus mampu mengidentifikasi item biaya produksi dengan detail sehingga anda mampu menghitung catatan biaya selama proses produksi.

Baca Juga:  4 Kalimat Jualan Yang Ampuh Untuk Bisnis Online

Langkah yang kedua adalah Menyusun Laporan Untung dan Rugi

Untuk menghitungnya, anda dapat menggunakan formula:

Laba bersih = laba kotor – beban perusahan

Perlu diketahui disini beban perusahaan merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan hasil ekonomis. Ada dua macam jenis beban perusahaan, yaitu:

Yang pertama adalah beban usaha yaitu seluruh biaya yang mencakup biaya seluruh kegiatan utama perusahaan. Misalnya beban gaji, beban telepon, beban transportasi, beban listrik, beban administrasi.

Sedangkan beban yang kedua adalah beban di luar usaha yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai kegiatan-kegiatan diluar kegiatan utama perusahaan misalnya beban bunga.

Intinya disini anda harus menyusun laporan untung rugi. Laporan untung rugi itu sendiri merupakan laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan (dagang) selama periode akuntansi. Unsur yang tak boleh anda lewatkan adalah menghitung pendapatan dan beban perusahaan.

Langkah yang ketiga adalah Menghitung Seluruh Biaya Pembentukan Harga Pokok Penjualan.

Apa itu Harga pokok penjualan? Harga pokok penjualan atau yang biasa disingkat HPP. HPP adalah hasil perhitungan seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan mulai dari proses produksi hingga berstatus menjadi persediaan.

Dalam usaha dagang atau perniagaan HPP ini merupakan  akumulasi dari seluruh biaya yang harus anda keluarkan. Untuk dapat menghitungnya, anda dapat menggunakan rumus:

HPP = Bahan baku yang digunakan + Total produksi + Saldo akhir persediaan

Saldo akhir dapat dihitung dengan (saldo awal persediaan – saldo akhir persediaan). Dalam menentukan harga jual yang pantas penjual harus mengetahui HPP ini serta mempertimbangkan besar keuntungan yang diharapkan. Yang terpenting adalah dalam menentukan HPP, lihat dan cermati target pkonsumen yang anda bidik. Jika target anda adalah kalangan berpendapat menegah ke bawah maka kenaikan harga produk yang anda tawarkan akan berpengaruh pada minat dan ketertarikan konsumen. Jangan sampai anda salah menetukan harga yang pantas sehingga konsumen beralih ke pesaing anda yang lain.

Baca Juga:  5 Cara Ampuh Memilih Lokasi Bisnis Yang Strategis

Langkah ke empat adalah mengetahui saldo Persediaan awal dan saldo persediaan akhir

Disini anda wajib mengetahui antara saldo persediaan awal dengan saldo persediaan akhir. Saldo persediaan awal merupakan total nilai persediaan bahan baku pada awal periode yang dihitung (awal bulan/awal tahun, untuk bulanan/untuk tahunan). Secara umum anda dapat mengecek di neraca, mengenai saldo awal periode yang dihitung sama dengan saldo akhir periode sebelumnya. Untuk melihat saldo persediaan per jenis bahan baku bisa dicek pada Inventory Ledger atau buku persediaan.

Langkah kelima adalah Mengakumulasi Penjualan Bersih

Ini adalah bagian yang palin penting dimana anda akan dapat mengetahui keuntungan dari bisnis yang sedang anda jalankan. Unsur yang harus ada dalam tahap menghitung Penjualan bersih (PB) ini adalah penjualan kotor (PK), retur penjualan, potongan penjualan, dan penjualan bersih. Penjualan bersih itu sendiri merupakan hasil penjuakan kotor dikurangi biaya pengurangan. Simple nya anda dapat menggunakan rumus :

PB = PK – retur penjualan dan pengurangan harga – potongan penjualan

Faktor-faktor pengurang disini bisa berupa pengurang seperti diskon, komisi, dan retur. Dengan melakukan perhitungan untung dan rugi, anda dapat menghintung keuntungan yang diperoleh perusahaan anda. Ini sangat penting karena dengan menyusun laporan laba dan rugi, anda akan mampu mengetahui bagaimana alur perkembangan bisnis yang anda jalankan. Dan anda bisa menentukan bagaimana langkah selanjutnya untuk mengevaluasi agar anda semakin dekat dengan tujuan kesuksesan yang anda impikan.

Selamat mencoba.

Penulis: Fita Arinda